← Kembali ke Berita

Plastik Naik, Bakul Sambat: Dari Mbak Ida sampai Mbak Yayuk Kena Imbas Perang Iran

📅 Published: 07 Apr 2026, 19:12

Belakangan ini, banyak bakul dan pelaku usaha kecil mulai “sambat” soal harga plastik yang naik drastis. Dari pasar sampai warung pinggir jalan, keluhan yang sama terus terdengar: plastik makin mahal, tapi pembeli maunya harga tetap.

Mbak Ida, penjual plastik, jadi salah satu yang paling terasa dampaknya.
“Biasanya orang beli santai, sekarang pada nanya dulu, ‘kok naik mbak?’ Padahal saya juga ambilnya sudah mahal,” ujarnya.

Di sisi lain, Mbak Yayuk, pengusaha cilok, juga ikut pusing.
“Plastik itu kebutuhan harian. Kalau naik, ya otomatis modal ikut naik. Tapi kalau cilok saya naikkan, takut pelanggan kabur,” katanya.

Toko seperti Toko Kaji pun berada di posisi serba salah. Harga dari supplier naik, tapi saat dijual ke pelanggan malah sering dapat komplain.

Ternyata Bukan Sekadar Harga Naik Biasa

Yang bikin menarik, kenaikan harga plastik ini bukan cuma karena faktor lokal. Ada dampak global yang ikut “nyeret”, yaitu konflik di Timur Tengah, termasuk perang Iran.

Plastik itu bahan dasarnya dari minyak bumi. Nah, sejak konflik terjadi, harga minyak dunia melonjak lebih dari 40%.

Selain itu, jalur penting dunia seperti Selat Hormuz ikut terganggu, padahal jalur ini dilewati sebagian besar distribusi minyak dan bahan baku plastik.

Akibatnya:

Bahkan di beberapa daerah, harga plastik sudah naik sampai 40–100%.

Efek Domino: Dari Plastik ke Harga Makanan

Masalahnya, plastik itu dipakai di mana-mana:

Artinya, kalau plastik naik, efeknya bisa kemana-mana.

Para ahli bahkan memperkirakan harga makanan bisa ikut naik dalam beberapa bulan ke depan karena biaya kemasan meningkat.

Dan yang paling kena dampak? Ya usaha kecil.

Dilema Pedagang Kecil

Sekarang posisi pedagang seperti Mbak Yayuk benar-benar sulit:

Sedangkan penjual seperti Mbak Ida juga tidak bisa berbuat banyak karena harga dari atas sudah naik duluan.

Mulai Cari Jalan Keluar

Beberapa pedagang mulai mencoba:

Tapi jujur saja, ini tidak mudah. Kebiasaan masyarakat masih sangat bergantung pada plastik.

Dari Perang Jauh, Dampaknya Sampai Warung Dekat Rumah

Siapa sangka, konflik yang terjadi jauh di Timur Tengah bisa terasa sampai ke bakul cilok di kampung.

Inilah bukti bahwa ekonomi sekarang saling terhubung.
Apa yang terjadi di luar negeri, cepat atau lambat, akan terasa juga di sini.

Dan untuk sekarang, satu hal yang pasti:
plastik naik, semua ikut goyang.

WhatsApp